Anehnya, meskipun tujuh hari berlalu, jasad Abu Thalhah tidak berubah sedikit pun. Tubuhnya tetap utuh dan tampak seperti orang yang sedang tertidur, tanpa tanda pembusukan.
Akhirnya, ketika mereka menemukan sebuah pulau, jasad Abu Thalhah dimakamkan di sana dengan penuh penghormatan. Keutuhannya selama berhari-hari menjadi bukti kemuliaan amalnya dan kedudukannya sebagai sahabat Nabi yang setia.
Kisah ini mengingatkan bahwa amalan yang dikerjakan dengan ikhlas akan meninggalkan jejak mulia, bahkan setelah seseorang wafat. Abu Thalhah menjadi contoh bahwa keteguhan hati dan pengorbanan di jalan Allah SWT selalu mendapat balasan terbaik dari-Nya.
sumber: detikhikmah









