Kisah Keimanan Khalid bin Said, Sahabat Nabi yang Setia pada Islam

oleh -140 views

“Apa benar kau telah mengikuti agama Muhammad?” tanya sang ayah dengan nada keras. Khalid menatapnya dan berkata, “Ya, aku telah beriman.”

Jawaban itu membuat Said meledak dalam amarah. Ia langsung mengambil tongkat kayu dan memukulkan ke kepala putranya.

Darah bercucuran, namun Khalid tetap tegar. Ia menolak untuk meninggalkan keyakinannya meski tubuhnya disiksa.

“Ayah boleh memukulku, tapi aku tidak akan kembali pada agama nenek moyang kita,” ucap Khalid. “Allah akan memberiku rezeki meskipun ayah mengusirku.”

Amarah Said semakin menjadi-jadi mendengar kalimat itu. Ia terus memukuli Khalid hingga tongkatnya patah.

Meski tubuhnya penuh luka, Khalid tetap kukuh pada imannya. Ia tidak gentar menghadapi ancaman dari ayahnya sendiri.

Baca Juga  5 Shio Paling Beruntung di Bulan Mei 2026, Keberkahan dari Melepaskan

Akhirnya, Said mengusir Khalid dari rumah dengan penuh kebencian. Ia tidak lagi mengakui putranya yang dianggap durhaka.

Khalid pun pergi meninggalkan rumah dengan hati yang perih. Namun di dalam jiwanya, iman semakin kuat dan kokoh.

Ia lalu menemui Muhammad untuk menceritakan penderitaannya. Muhammad menyambutnya dengan penuh kasih sayang dan memintanya tinggal bersama.

Sejak saat itu, Khalid hidup di bawah naungan Rasul. Ia pun membuktikan bahwa janji Allah benar, bahwa orang yang beriman tidak akan pernah dibiarkan tanpa rezeki.

No More Posts Available.

No more pages to load.