Kisah Kuda Hitam: ‘Dewa-Dewa’ Yunani Meraih Juara Euro 2004

oleh -651 views

Melanjutkan ciri khas kekuatan fisik, Rehhagel menyimpan penyerang tunggal dengan postur raksasa pada diri Angelos Charisteas, sang ujung tombak punya kemampuan bagus berduel di udara dan ketika menguasai bola. 

Bek kiri Takis Fyssas menyebut Euro 2004 sebagai salah satu turnamen yang menghancurkan superstar dan lebih mengedepankan etos kerja dan kedisiplinan. 

“Kami hanya memiliki senjata yang tersedia,” ujar Fyssas yang sekarang menjabat direktur olahraga timnas Yuani. 

“Kami tidak punya Zidane atau Simao atau Cristiano Ronaldo, yang kami miliki hanyalah kerja keras, pengorbanan, determinasi dan semangat kekeluargaan. Apa yang kami lakukan sama dengan yang diperlihatkan Atletico Madrid sekarang.”

Lawan pertama Yunani di Euro 2004 adalah tim Portugal yang diperkuat oleh Ronaldo. 

Baca Juga  5 Hubungan Rumit yang Harus Kamu Hindari, Biar Nggak Sakit Hati

Sang superstar sukses mencatatkan nama di papan skor namun itu hanya gol hiburan mengingat Yunani berhasil membungkam 50.000 fans tuan rumah di Porto dengan kemenangan 2-1. 

“Kemenangan itu melepas beban kami,” kata Tsiartas. “Kami merasa bebas.”

Gol penyama kedudukan Charisteas ke gawang Spanyol di laga kedua membuat Yunani hanya butuh kemenangan atas Rusia untuk lolos ke babak delapan besar. Sebagai catatan, ketika itu Rusia sama sekali belum pernah mencatat kemenangan.