Sempat tertinggal 2-0 di awal pertandingan dan hanya sanggup membalas satu, pasukan Rehhagel tetap melaju ke fase gugur karena Portugal sukses menjungkalkan Spanyol.
Lawan Yunani di perempat-final adalah Prancis yang punya sederet bintang seperti Zinedine Zidane, Thierry Henry, Patrick Vieira dan Robert Pires. Sang juara bertahan ketika itu jadi favorit.
Akan tetapi melalui sebuah serangan balik di babak kedua, Charisteas berhasil menaklukkan Fabian Barthez. Gol semata wayang tersebut mengantarkan Yunani menantang Rep. Ceko di babak semi-final.

Barisan serangan Rep. Ceko ketika itu sedang berada di masa keemasan seperti Pavel Nedved, Milan Baros dan Jan Koller. Lagi, Yunani jadi kuda hitam pada pertandingan ini.
Yunani tampil perkasa selama 90 menit pertandingan sebelum Dellas mencetak satu-satunya gol perak di sejarah sepakbola internasional dengan menanduk tendangan sudut Tsiartas di babak tambahan. Yunani melangkahkan kaki ke partai final melawan Portugal.
Lebih dari 100.000 orang berkumpul di Omonia Squre di Athena, mereka siap berpesta sementara ribuan ekspatriat membuat jalanan kota Sydney, Australia macet. Tetapi apakah Portugal akan melakukan kesalahan yang sama seperti di laga pembuka?




