Dalam konteks tersebut, baik wakaf maupun wukuf mengandung ajakan untuk sejenak meninggalkan kesibukan duniawi dan merenungkan makna kehidupan serta hubungan manusia dengan Allah.
Disyariatkannya wukuf di Arafah dalam pelaksanaan ibadah haji juga dijelaskan dalam salah satu riwayat hadis. Dikutip dari buku Sejarah Ibadah Menelusuri Asal-usul, Memantapkan Penghambaan karya Syahruddin El Fikri, ketika Rasulullah SAW menunaikan ibadah haji, beliau didatangi oleh seseorang dari suku Nejd yang mengajukan pertanyaan,
“Wahai Rasulullah, apa itu ibadah haji?”
Beliau menjawab, “Inti dari ibadah haji adalah wukuf (berdiam diri) di Arafah. Barangsiapa yang tiba sebelum salat pada malam yang menginap di Muzdalifah, maka hajinya telah sempurna.” (HR Ahmad, al-Bayhaqi, dan al-Hakim)
sumber: detikhikmah











