Kisah Nabi Musa Menyalahkan Nabi Adam Kerena Membuat Anak Cucunya Diusir dari Surga

oleh -63 Dilihat

Ketiga, pelaku dialog hendaknya mengenal kelebihan lawan dialognya. Nabi Adam dan Nabi Musa masing-masing menyebutkan keunggulan lawannya dan kelebihan yang diberikan oleh Allah kepadanya.

Keempat, hadis ini menetapkan takdir yang mendahului. Banyak sekali dalil-dalil dalam hal ini. Hadis ini membantah Qadariyah, kelompok yang menafikan.

Kelima, keterangan tentang keutamaan khusus yang dimiliki oleh Nabi Adam. Allah menciptakannya dengan tanganNya, memerintahkan para Malaikat untuk sujud kepadanya, mengizinkannya tinggal di Surga-Nya. Sementara keistimewaan Nabi Musa bahwa Allah mengangkatnya dengan risalah dan Kalam-Nya. Dia memberinya Lauh yang mengandung penjelasan tentang segala sesuatu, dan Dia mendekatkannya ketika dia bermunajat kepada-Nya. Keistimewaan- keistimewaan ini dimiliki oleh keduanya. Sebagian telah disebutkan secara nyata di dalam Al-Qur’an dan sebagian lain ditunjukkan oleh hadis-hadis lain selain hadis ini.

Baca Juga  Idrus Marham: Kritik Internal Koalisi Harus Perkuat Pemerintahan Prabowo, Bukan Picu Perpecahan

Keenam, penetapan sifat tangan bagi Allah. Sifat ini tidak boleh dinafikkan dan tidak boleh didustakan, sebagaimana tidak boleh menyamakan tangan Allah dengan tangan para makhluk, berpijak pada firman Allah,

فَاطِرُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَمِنَ الْأَنْعَامِ أَزْوَاجًا ۖ يَذْرَؤُكُمْ فِيهِ ۚ لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

No More Posts Available.

No more pages to load.