Kisah Orator Ulung Quraisy Masuk Islam hingga Syahid

oleh -3 Dilihat

Umar bin Al-Khattab melihatnya dan berkata kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, biarkan saya mencabut gigi seri Suhail agar ia tidak bisa lagi mencela engkau.” Namun, Rasulullah SAW dengan lembut menolak permintaan itu.

Beliau bersabda, “Jangan, wahai Umar. Aku tidak akan merusak tubuh seseorang, karena nanti Allah akan merusak tubuhku, meskipun aku seorang Nabi.” Kata-kata ini menunjukkan kebesaran jiwa dan kasih sayang Rasulullah SAW bahkan kepada musuhnya.

Kemudian Rasulullah SAW menarik Umar dan berkata, “Wahai Umar, mudah-mudahan suatu hari nanti pendirian Suhail akan berubah menjadi seperti yang kamu sukai.” Ramalan itu kelak terbukti dengan cara yang menakjubkan.

Bertahun-tahun kemudian, Suhail diutus oleh Quraisy untuk menjadi wakil mereka dalam perundingan dengan Rasulullah SAW pada Perjanjian Hudaibiyah. Kedatangannya membuat kaum muslimin yakin bahwa Quraisy ingin berdamai, karena Suhail adalah tokoh yang paling dihormati di antara mereka.

Dalam perundingan itu, Suhail berusaha mempertahankan kepentingan Quraisy sebaik mungkin. Rasulullah SAW tetap bersikap sabar dan bijak, hingga kesepakatan damai pun tercapai tanpa pertumpahan darah.

Baca Juga  Warga Palang Jalan Wem Tehupeiory, Wali Kota Ambon: “Itu Jalan Provinsi, Kami Tidak Punya Kewenangan”

Waktu terus berlalu hingga tibalah tahun ke-8 Hijriah. Rasulullah SAW bersama kaum muslimin berangkat menaklukkan Makkah setelah Quraisy melanggar perjanjian yang telah disepakati.

No More Posts Available.

No more pages to load.