Kisah Perang Uhud dan Lalainya Pasukan Muslim Akibat Harta Rampasan

oleh -308 views

Perang Uhud adalah salah satu peristiwa penting dan bersejarah dalam Islam. Pasalnya, pada pertempuran ini kaum muslimin mengalami kekalahan karena satu hal.

Menurut buku Perang Uhud tulisan Muhammad Ridha, pertempuran tersebut berlangsung pada 15 Syawal 3 Hijriah atau 625 Masehi. Kondisi Makkah saat itu menjadi pusat konflik antara kaum muslimin dan kafir Quraisy.

Perang Uhud sendiri dimulai sebagai konflik bersenjata yang disebabkan oleh dendam terhadap kekalahan kafir Quraisy di Perang Badar. Mereka menyasar Hamzah bin Abdul Muthalib.

Diceritakan dalam buku Sang Panglima Tak Terkalahkan Khalid Bin Walid oleh Hanatul Ula Maulidya, jumlah pasukan muslim hanya 1.000, sementara tentara kafir Quraisy mencapai 3.000 pasukan. Rincian pasukan muslim terdiri atas gabungan masyarakat Makkah dan Madinah.

Rincian pasukan Quraisy mencakup 200 tentara berkuda, 700 pasukan berkendara unta, dan sisanya pasukan pemanah serta pejalan. Namun, ketika dalam perjalanan menuju Gunung Uhud, Abdullah bin Ubah yang merupakan pemimpin bani terbesar di kaum Quraisy membelot, ia lantas membawa 300 pasukan muslimin.

Baca Juga  Bukan Sekadar Ibadah, Ini 11 Keutamaan Haji bagi Jamaah dan Keluarganya

Jadi, sisa prajurit muslimin hanya 700 orang. Meski dalam jumlah yang sedikit, kaum muslimin harus tetap mengalahkan kafir Quraisy. Seperti yang dikatakan sebelumnya, Perang Uhud dijadikan serangan balas dendam secara besar-besaran imbas kekalahan kafir Quraisy di Perang Badar.

No More Posts Available.

No more pages to load.