Ketika kulihat kataku: Sungguh, saya sangat mengharap malam ini dapat menguping Muhammad sampai saya dapat mendengar apa yang dikatakannya.
Saya khawatir dia akan terkejut kalau saya dekati. Maka saya datang dari arah Hijr. Saya masuk ke balik kain Kakbah; saya berjalan perlahan hingga saya berdiri di depannya berhadap-hadapan; antara saya dengan dia hanya dibatasi kain Kakbah, sementara Rasulullah SAW sedang salat dengan membaca Qur’an. Setelah saya dengar Qur’an itu dibacanya, hati saya rasa tersentuh.
Saya menangis; Islam sudah masuk ke dalam hati saya. Sementara saya masih tegak berdiri menunggu sampai Rasulullah SAW selesai salat.
Kemudian ia pergi pulang menuju rumahnya. Saya ikuti dia, hingga sudah dekat ke rumahnya saya dapat menyusulnya. Mendengar suara gerak-gerik saya ia sudah mengenal saya dan dikiranya saya menyusul hendak menyakitinya.
Ia menghardikku seraya katanya: “Ibn Khattab, apa maksud kedatangan Anda?”
Saya menjawab: “Kedatangan saya hendak beriman kepada Allah dan kepada Rasul-Nya serta kepada segala yang datang dari Allah.”
Setelah menyatakan alhamdulillah ia berkata: “Umar, Allah telah memberi petunjuk kepada Anda.”
Kemudian ia mengusap dada saya dan mendoakan saya agar tetap tabah. Setelah itu saya pun pergi meninggalkan Rasulullah sebagai orang yang sudah beriman kepada agamanya.”










