Kisah Preman Pasar Ukaz Umar bin Khattab Masuk Islam

oleh -1,185 views

Umar bin Khattab sebelum masuk Islam adalah preman pasar, tepatnya di Pasar Ukaz. Di sini para penyair beradu kebolehannya. Di pasar ini pula rutin diselenggarakan adu gulat. Umar bin Khattab adalah salah satu pegulat itu.

Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul “Al-Faruq Umar” mengisahkan kesibukan di Pasar Ukaz pada suatu hari.

Di antara kerumunan orang banyak itu ada seorang pemuda di bawah umur dua puluh tahun – bertubuh kekar, besar dan tingginya melebihi semua orang yang hadir, putih kemerah-merahan dan agak kecoklatan. Kala itu, ia ikut mendengarkan pembacaan puisi.

Ia mengikutinya dengan tekun disertai rasa kagum dan sebentar-sebentar menganggukkan kepala, menunjukkan kegembiraannya dan seleranya yang tinggi atas segala yang didengarnya itu.

Akan tetapi dia tidak ikut berteriak, sebab kebanggaan sang penyair atas kabilahnya itu dan tantangannya kepada kabilah lain tak ada sangkut-pautnya dengan dirinya.

Baca Juga  5 Zodiak yang Terlihat Baik, tapi Diam-Diam Suka Menilai Orang

Dia tidak termasuk salah satu kabilah itu. Bahkan keduanya mungkin jauh dari tempatnya. Karenanya ia tak akan dapat menikmati sajak-sajak yang telah didengarnya itu.

Selesai para penyair membacakan sajak-sajaknya ia memasang telinga mendengarkan apa yang akan dikatakan orang bijak itu. Setelah dipastikan mereka cenderung berdamai ia mendahului teman-temannya yang lain pergi melangkah cepat-cepat. Tidak biasa ia berjalan perlahan, langkahnya yang lebar dan cepat tidak mudah dapat diikuti oleh yang lain.

No More Posts Available.

No more pages to load.