Kisah Usaid bin Hudhair menarik perhatian karena suara merdu tilawahnya yang dikisahkan sampai membuat malaikat kagum dan turun ke bumi. Keindahan lantunan Al-Qur’annya tidak hanya membuatnya terkenal, tetapi juga menjadi inspirasi bagi umat Islam hingga saat ini.
Usaid bin Hudhair merupakan sahabat Nabi Muhammad SAW dari suku Aus di kalangan Anshar, terkenal setia mendukung dakwah Islam di Madinah. Ia mendapat gelar ‘Al Kamil’ atau yang sempurna dari kaumnya karena kepintaran dan kemurnian nasabnya, sementara kunyahnya, Abu Yahya, menegaskan posisinya sebagai teladan dalam masyarakat Arab pada masanya.
Awal Mula Keislaman Usaid bin Hudhair
Menukil buku Sirah 65 Sahabat Rasulullah karya Abdurrahman Ra’fat Al-Basya, perjalanan Usaid bin Hudhair masuk Islam dimulai setelah adanya Bai’at Aqabah Pertama. Saat itu, Rasulullah SAW mengutus Mus’ab bin Umair pergi ke Madinah untuk menyebarkan ajaran Islam, yang dibantu oleh As’ad bin Zurarah.
Suatu hari, Sa’ad bin Mu’adz, yang saat itu masih musyrik, meminta Usaid sebagai pemimpin suku Aus untuk menghentikan kegiatan dakwah Mus’ab dan As’ad, karena dianggap membingungkan warga Madinah. Usaid pun mendatangi keduanya dengan tombaknya, meminta agar mereka meninggalkan kota.
Mus’ab bin Umair tetap tenang dan mengajak Usaid duduk dulu untuk mendengarkan penjelasan tentang Islam. Saat mendengar lantunan Al-Qur’an dan dakwah Mus’ab, hati Usaid tersentuh. Dalam sekejap, ia pun memutuskan untuk memeluk Islam.











