Macklemore Sebut Seni sebagai Bentuk Perlawanan
Macklemore mengatakan tingginya antusiasme terhadap konser tersebut menunjukkan adanya dukungan luas terhadap perjuangan Palestina.
Ia juga menyinggung upaya yang menurutnya dilakukan pihak tertentu untuk membatasi suara yang mendukung Palestina.
“Ketika pihak penguasa berupaya membungkam seruan kita demi pembebasan, seni akan selalu menjadi bentuk perlawanan,” kata Macklemore.
Ia kemudian menyampaikan apresiasi kepada penonton di Dublin, Paris, dan London yang membeli tiket konser tersebut.
“Respons terhadap konser-konser ini menjadi pengingat betapa banyaknya orang di seluruh dunia yang bersatu demi Palestina yang merdeka,” katanya.
Konser tersebut juga akan menghadirkan sejumlah musisi lain. Namun, nama-nama penampil tambahan belum diumumkan.
Pengumuman konser ini tidak terlepas dari polemik yang sebelumnya melibatkan Macklemore dan tur “Loop” Ed Sheeran di Amerika Serikat.
Macklemore sebelumnya mengatakan sejumlah lokasi pertunjukan menolak mengizinkannya tampil setelah ia menyampaikan pernyataan pro-Palestina.
Ia bahkan menduga miliarder Robert Kraft, yang perusahaannya memiliki Gillette Stadium, menghubungi Sheeran secara pribadi dan menyampaikan bahwa Macklemore tidak diperbolehkan tampil di lokasi tersebut.









