Porostimur.com, Tual – Musim kemarau yang berkepanjangan mulai menguji ketahanan warga di sejumlah wilayah kepulauan terluar Kota Tual, Maluku. Persediaan air bersih semakin terbatas, sementara hujan yang tak kunjung turun membuat warga harus mencari sumber air hingga belasan kilometer dari permukiman.
Kondisi tersebut dirasakan warga Desa Kaimear, Kecamatan Pulau-Pulau Kur, serta Desa Tam Ngurhir, Dusun Ohoitom dan Dusun Ngurnila, Kecamatan Tayando Tam.
Debit sumur bor di sejumlah wilayah mulai menurun. Sumber air yang selama ini menjadi tumpuan warga pun semakin terbatas, sehingga kebutuhan air untuk aktivitas sehari-hari menjadi persoalan serius.
Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kota Tual mulai menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak.
Bantuan tersebut diberikan atas instruksi Wali Kota Tual Akhmad Yani Renuat sebagai langkah tanggap terhadap kondisi kekeringan sekaligus untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama musim kemarau.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tual Ahmad Rahayaan, mengatakan sejumlah wilayah kini berada dalam kondisi siaga darurat akibat kekeringan.
“Ada beberapa wilayah yang masuk dalam kondisi siaga darurat yakni, Desa Kaimear, Kecamatan Pulau-Pulau Kur, Desa Tam Ngurhir, Dusun Ohoitom dan Dusun Ngurnila, Kecamatan Tayando Tam,” ujar Ahmad, Senin (7/9/2026).









