Hampir Enam Bulan Tanpa Hujan
Menurut Ahmad, kondisi kekeringan di empat kawasan tersebut cukup parah. Masyarakat selama ini lebih banyak bergantung pada sumur dan menampung air hujan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Namun, ketika hujan tidak lagi turun dalam waktu panjang, sumber-sumber air tersebut ikut mengalami tekanan.
“Hampir enam bulan ini, hujan tak kunjung turun, oleh karena itu kami mendapatkan instruksi untuk menyuplai kebutuhan air bersih yakni 8.120 dos air mineral dan 433 air galon isi ulang,” jelasnya.
Jumlah bantuan tersebut menjadi gambaran besarnya kebutuhan air masyarakat di wilayah kepulauan yang terdampak kekeringan.
Bagi warga yang selama ini mengandalkan sumber air lokal, menurunnya debit sumur bor bukan sekadar persoalan berkurangnya cadangan air. Kondisi itu berpengaruh langsung terhadap kebutuhan dasar rumah tangga.
Aktivitas sehari-hari seperti memasak, minum, mencuci hingga kebutuhan sanitasi menjadi semakin sulit ketika sumber air berada jauh dari permukiman.
BPBD Siaga, Warga Diminta Hemat Air
BPBD Kota Tual memastikan penyaluran bantuan air bersih tidak berhenti pada satu kali distribusi. Bantuan akan dilakukan secara berkala dengan menyasar titik-titik yang membutuhkan.
Ahmad mengatakan, pihaknya juga membuka ruang laporan bagi wilayah lain di Kota Tual yang mengalami kondisi serupa.









