“Jadilah generasi muda yang memiliki karakter kuat, berintegritas, berprestasi, dan siap menghadapi masa depan,” katanya.
Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan di tengah perbedaan latar belakang. Perbedaan sekolah, kecamatan maupun lingkungan keluarga, menurutnya, harus menjadi ruang untuk belajar saling menghargai dan bekerja sama.
Sebab, tugas Paskibraka tidak hanya menuntut kemampuan baris-berbaris, tetapi juga kedisiplinan dan kemampuan bekerja sebagai satu kesatuan.
Kibarkan Merah Putih, Jaga Nama Baik Daerah
Ubaid menegaskan, tugas pada 17 Agustus bukan sekadar mengibarkan dan menurunkan Sang Merah Putih. Ada makna simbolis yang lebih besar di balik tugas tersebut, yakni penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan, kehormatan bangsa dan persatuan Indonesia.
“Ketika Sang Merah Putih mulai dikibarkan, tanamkan dalam hati bahwa kalian sedang menjalankan tugas untuk menghormati perjuangan para pahlawan dan menunjukkan rasa cinta kepada Indonesia,” tegasnya.
Ia kemudian mengajak generasi muda Halmahera Timur menjadikan momentum kemerdekaan sebagai energi untuk terus berkontribusi bagi daerah dan bangsa.
Menurut Ubaid, semangat tersebut harus diterjemahkan dalam kehidupan nyata melalui pendidikan, prestasi dan pengabdian untuk membangun Halmahera Timur agar semakin maju, sejahtera, mandiri dan berdaya saing.









