Ke depan, kerja sama yang dijajaki tidak hanya terbatas pada sektor perikanan, tetapi juga berpotensi merambah sektor pariwisata, perkebunan, hingga pengelolaan lingkungan.
“Maluku terbuka bagi investasi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Potensi kami besar, dan kami siap bekerja sama dengan mitra internasional,” pungkas Lewerissa.
Di PPN Tantui hari itu, diplomasi tidak berlangsung di ruang rapat formal, melainkan di tengah aktivitas nelayan dan pekerja pengolahan ikan. Sebuah pesan simbolik bahwa masa depan Maluku, dengan kekayaan lautnya, sedang diperjuangkan langsung dari dermaga-dermaga yang menghadap samudera. (red)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com









