Selanjutnya dijelaskan, Indeks Literasi Digital yang tinggi di kota Ambon yang telah menjadikan kota ini sebagai kota satelit, tidak lepas dari upaya untuk mensosialisasikan literasi digital yang memadai bagi warga kota usia produktif.
“Literasi digital harus iimbangi dalam berpikir kritis dan beretika dalam bermedia sosial, termasuk menghormati privasi, serta menjaga data pribadi dan keamanan digitalnya,” tandas Purmiasa.

Pada tahun 2019, kota Ambo, terpilih sebagai salah satu kota dalam gerakan menuju 100 smart city. Dalam implementasinya, Pemkot telah menetapkan tiga program prioritas yaitu smart public service, smart officer service dan smart rules services, yang terus di evaluasi oleh kementerian terkait setiap tahunnya.
Selain itu, bertepatan dengan hut ke-446 kota Ambon, telah dilakukan peresmian command center dimana Pemkot telah melakukan integrasi layanan publik antara lain layanan pajak dan perizinan, layanan administrasi kependudukan, layanan pengaduan masyarakat melalui Lapor SP4N, data statistik kota ambon, serta pemantauan cctv pada 32 lokasi di kota ambon yakni jalur lalu lintas, 5 sungai besar di kota ambon, lokasi bak sampah, dan area publik,” pungkas Asisten.









