Padahal, Shell sudah menyiapkan teknologi pencairan gas alam mengapung (FLNG) yang pertama kali dikenalkan di lepas pantai kaya gas Australia, Shelf Barat Laut.
Menurut Shell, keputusan pengolahan di darat memberatkan karena isu teknis melibatkan pemasangan jalur pipa 180 kilometer membentang di dalam laut sedalam 3000 meter.
Pemasangan dilakukan ke fasilitas pemrosesan 9.5 juta ton yang direncanakan di Pulau Tanimbar, Maluku
(red/kcm/serambi)










