DPRD Nilai Pemkot Tidak Serius Tangani Persoalan Revitalisasi Pasar Mardika

oleh -99 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: DPRD Kota Ambon, menilai Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ambon tidak serius dalam menangani revitalisasi Pasar Mardika.

Hal ini disampaikan oleh, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon, Hary Putra Far-Far kepada wartawan di Ruang Rapat Komisi II DPRD Kota Ambon, Jumat (30/7/2021).

“Terkait proses revitalisasi Pasar Mardika, sampai hari ini memang ada banyak tantangan, ada banyak halangan, ini membuktikan ketidakseriusan dari Pemkot Ambon menangani hal ini” ujarnya.

Ia menjelaskan, awalnya pedagang tidak bersedia untuk direlokasi, tapi lewat mediasi yang baik, akhirnya mereka sudah bersedia. Namun ternyata dalam keberlangsungannya ini, pemerintah Kota Ambon terkesan tidak serius untuk mengurusi ini terhususnya Disperindag.

“Ini kan dari awal sudah menimbulkan banyak polemik dan itu sudah dimediasi dan sudah selesai. Kalau sampai hari ini, sudah mungkin menjelang 8 bulan ini dalam proses revitalisasi dan lapak ini belum dialiri listrik, ini bukti memang bahwa sampai hari ini tidak ada koordinasi yang baik antara Pemkot dalam hal ini Dinas Perindustrian dan juga PLN”, ujarnya.

Baca Juga  Wakapolda Maluku & PJU Sambut Kedatangan Kapolda Maluku Irjen Pol Refdi Andri

Far-Far bilang, bahwa dalam proses relokasi ini awalnya dijanjikan gratis dan ini merupakan kebijakan dari Walikota Ambon. Namun ternyata, tidaklah gratis dan kondisi lapak-lapak tersebut dinilai tidak layak huni, tidak dialiri listrik dan lingkungannya tidak sehat atau tidak steril karena banyak sampah.

Ia pun menuturkan, hal ini sudah menjadi agenda di Komisi karena sebagai penyambung aspirasi masyarakat, DPRD Kota Ambon akan terus kawal proses revitalisasi paar ini. Untuk itu, Ia meminta Disperindag bertanggung jawab, karena di Pasar Apung tetsebut banyak orang yang banting tulang mencari nafkah, apalagi di masa pandemi seperti ini.

“Ini harus dijamin oleh Pemkot Ambon, karena Ini merupakan tugas dari pemkot Ambon dan sampai hari ini yang saya lihat dalam proses revitalisasi Pasar Mardika, Pemkot Ambon terkesan sangat menutup diri dan tidak terbuka, tidak transparan, tidak memberi informasi yang jelas juga bagi para pedagang. Padahal dalam proses ini Pemkot harus terbuka melalui Disperindag harus dijelaskan dengan baik kepada para pedagang, supaya tidak ada polemik-polemik diantara para pedagang apalagi melalui proses pengundian yang sudah mulai berjalan ini”, tandasnya.

Baca Juga  Danramil 1509-03 Saketa Salurkan Bansos dan Kursi Roda Kepada Penderita Hidrosefalus

Anggota legislatif dari fraksi Perindo ini juga mengatakan, sejak awal, DPRD selalu tekankan agar dalam proses pengundian ini harus ada transparansi bila perlu melibatkan pihak kepolisian supaya semua aman dan tidak terkesan ada permainanan didalamnya.

Ia pun mengusulkan, untuk dibuka satu posko yaitu posko pengaduan, supaya semua hal yang mengenai proses revitalisasi terkait keamanan, kebersihan dan informasi-informasi yang ingin diterima oleh para pedagang dapat diadukan dalam posko tersebut.

“Di dalamnya harus ada Disperindag, Satpol PP dan juga pihak kepolisian, karena dalam proses revitalisasi harus ada koordinasi yang baik. Ini yang akan jadi usulan pribadi saya, supaya ditindaklanjuti dan usulan ini akan saya bawa dalam rapat internal fraksi supaya menjadi rekomendasi tingkat akhir fraksi”, tutupnya. (alena)

No More Posts Available.

No more pages to load.