Lailatul Qodar yang Dirindukan

oleh -225 views

Cerpen Karya: Anna Jihan Oktiana

Hari telah memanggil senja untuk menyapa. Matahari sebentar lagi akan pulang untuk segera tidur ke peraduannya. Bahkan burung-burung yang tadinya sibuk mencari makan, kini mulai terlihat kepakan sayap yang menandakan kepulangan mereka.

“Allahhuakbar! Allahhuakbar!” Adzan telah berkumandang. Musa segera menuju ke masjid untuk menunaikan ibadah shalat Maghrib. Dagangan es yang masih tersisa sedikit, ia taruh didekat kotak amal. Lalu ia segera mengambil air wudhu.

Selepas shalat Maghrib, Musa harus segera pulang ke rumah. Karena Ibu pasti sudah menunggu dirinya. Saat Musa keluar dari masjid, seseorang tanpa izin mengambil es milik Musa. “Hei! Siapa kau?” desak Musa. Mengetahui dirinya tertangkap basah, orang itu segera berlari menjauh dari Musa. Namun Musa tak tinggal diam, dia mencoba untuk mengejar orang yang mengambil es dagangannya.

“He! Tunggu!” Musa terus berlari sekencang mungkin. Sampai akhirnya, ia menabrak seseorang.

Baca Juga  Dolar AS Tembus Rp18.000, Pemerintah Kaji Penyesuaian Tarif Batas Atas Tiket Pesawat

Brakkk!
“Arrrggghh sial!” kesal Musa. Melihat orang itu telah menghilang dari kejarannya. Sekilas, Musa melirik ke arah orang yang ditabraknya. Namun sebegitu acuhnya Musa, sampai-sampai ia tidak meminta maaf pada orang itu. Saat Musa akan bangkit dan meninggalkannya, tangan orang itu langsung mencegah Musa untuk pergi. Musa menoleh ke arahnya, lalu meronta minta dibebaskan tangannya. Tapi orang itu malah semakin erat menggenggam tangan Musa. Seolah orang itu tidak ingin jika Musa pergi begitu saja.

No More Posts Available.

No more pages to load.