“Ini sudah dijawab oleh dinas, bahkan sudah dijelaskan oleh kabid untuk menyurati dinas untuk mempengaruhi kehadiran mereka,” ungkapnya.
Terkait fisik bangunan sekolah juga ada yang telah berdiri selama 45 tahun, dan hingga kini tak kunjung dibangun bangunan baru. Bahkan, sejumlah ruangan sempat retak akibat gempa.
“Misalnya SMA 1 SBB mereka butuh pembangunan gedung baru, sebab sudah 45 tahun berdiri dan kondisi gempa kemarin mengakibatkan banyak tembok ruangan yang retak, maka itu mereka minta pembangunan gedung baru, namun anggaran dari pusat hanya pada rehabilitasi bukan bangun baru. Mereka juga minta penambahan ruang kelas, ruang guru, aula serta pagar,” ujar dia.
Persoalan lain yang ditemukan yaitu, jabatan sejumlah kepala sekolah yang sampai saat ini masih berstatus pelaksana tugas alias Plt.
“Kita akan berkoordinasi dengan pemerintahan yang baru, untuk segera didefinitifkan. Contoh paling dekat adalah, kita punya SMA Siwalima yang kepala sekolahnya sampai saat ini masih PLT, dan banyak kepala sekolah lainnya. Maka itu, mudah mudahan di 2025 ini dengan gubernur yang baru bisa mendefinitifkan seluruh kepala sekolah yang masih bersifat Plt,” harapnya. (Iswandi Kelilauw)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News









