“Kami perlu tetap berada di titik-titik tersebut saat ini untuk membela warga negara Israel, untuk memastikan proses ini selesai dan akhirnya menyerahkannya kepada angkatan bersenjata Lebanon,” kata juru bicara militer Israel Letnan Kolonel Nadav Shoshani, yang dilansir The New Arab.
Dia mengeklaim langkah tersebut sesuai dengan mekanisme perjanjian gencatan senjata.
Para pejabat di Lebanon telah menuntut penarikan penuh Israel pada hari Selasa setelah pasukan Zionis melewatkan batas waktu sebelumnya pada bulan Januari di bawah gencatan senjata yang rapuh antara Israel dan Hizbullah.
“Kami khawatir penarikan penuh tidak akan tercapai besok,” kata Presiden Joseph Aoun dalam sebuah pernyataan dari kantornya pada hari Senin.
“Respons Lebanon akan dilakukan melalui posisi nasional yang terpadu dan komprehensif,” imbuhnya.
sumber: sindonews









