Lelaki yang Melukis Esok Jadi Kemarin

oleh -8 views

Tapi, Barat tak sempat mengucap maaf. Dan saat ia mengucapkannya pun, itu sudah tidak berarti apa-apa lagi. Anaknya sudah telanjur tiada, dan jasadnya jadi buruk rupa dengan lubang peluru yang membuat otak anaknya keluar diwarnai darah yang kental.

***

Sudah hampir satu jam Barat berdiri di sana. Dia sudah bersandar pada tiang lampu untuk badannya yang lelah dan kian tua. Sehingga dari jauh, seseorang dapat melihat ada pantulan cahaya lampu dari kepalanya yang plontos licin itu. Selepas angin malam bertiup semakin dingin, ia masuk ke mobilnya dan pulang.

Besok, pagi-pagi sekali, dia akan terjaga dan mengendarai mobilnya menuju rumah sakit jiwa. Sarapannya di kedai kopi yang bertepatan di seberang rumah sakit. Hanya sepotong kue yang diolesi mentega dan kopi hitam. Kemudian dia masuk ke rumah sakit itu, tidak melakukan apapun, hanya melihat-lihat.

Baca Juga  Bejat! Remaja di Sula Diperkosa Secara Bergilir 4 Pemuda, Korban Ditinggalkan Saat Hamil 8 Bulan

Ini adalah hari yang lain seperti kemarin-kemarin untuknya. Setiap hari dia ke sana, kecuali minggu. Karena minggu adalah waktu yang ia luangkan untuk Tuhan dan anaknya.

Kedatangannya yang pertama ke rumah sakit itu, ia ditolak untuk masuk. Karena saat ditanya hendak mengunjungi siapa, Barat menjawab tidak ada. Demikianlah ia menyampaikan maksud dan tujuannya bahwa ia tidak akan melakukan hal-hal yang aneh, ia hanya duduk, dan melihat kesibukan dan keriuhan yang terjadi di rumah sakit itu.

No More Posts Available.

No more pages to load.