Lelaki yang Melukis Esok Jadi Kemarin

oleh -8 views

Dia juga berjanji tidak mengganggu, tapi perawat yang bertugas menganggap Barat adalah orang aneh. Membuat mereka memanggil manajer rumah sakit, dan kemudian datanglah orangnya, yang ternyata adalah seseorang yang mengagumi tulisan-tulisan Barat di kolom sastra yang terbit setiap hari Sabtu. Menurut pendapatnya, Barat adalah penulis yang jenius, bagaimana ia bisa menggabungkan segala perbauran konflik menjadi satu.

Baginya, Barat lebih menyerupai fotografer ketimbang penulis, karena tulisan-tulisannya serupa kolase yang memotret tragedi dengan pencahayaan hitam-putih tergantung cantik di museum. Maka seseorang itu merasa simpati selepas Barat bercerita perihal mengapa ia berhenti menjadi penulis di harian lokal; anaknya mati, hidup sebatang kara membuatnya kehilangan kemampuan dan gairah menulis. Kemudian seseorang itu mengizinkan Barat untuk mengunjungi rumah sakit, asalkan tidak membikin masalah. Dan Barat sepakat.

Baca Juga  Satgas MBG Maluku Tenggara Akui Sinergitas dengan SPPG Berjalan Optimal

Seseorang itu terpukau, meski di satu sisi baginya ini adalah sesuatu yang aneh, tapi ia menyangkal dengan tegas bahwa ini adalah bentuk kejeniusan Barat.

Ada beragam wajah yang ditemuinya di sana. Ada yang mukanya baik-baik, lima belas menit kemudian menjadi tak terkendali dan mengamuk buas. Ada yang wajahnya murung, tapi baik-baik saja kelihatannya. Ada yang kelihatannya tidak sakit, dan mampu berkomunikasi secara normal, tapi tangan dan pergelangan kakinya banyak bekas potong silet atau luka bakar rokok.

No More Posts Available.

No more pages to load.