Ada yang benar-benar normal; sehat badan, mampu melakukan sesuatu sebagaimana orang-orang sehat lakukan, tapi ia adalah pembunuh ibunya sendiri.
Bagi Barat, orang-orang di rumah sakit itu adalah misteri, yang petunjuk-petunjuknya saling berbenturan satu sama lain. Dan itu yang baginya jadi menarik. Dia melihat sepasang bola mata indah dari wanita cantik, tapi tabiatnya suka mengupil dan meludah. Ada anak muda yang wajahnya menggemaskan, tapi pernah meninju dan melubangi lapisan luar yang terbuat dari kayu pada dinding lorong rumah sakit itu.
Bertahun-tahun dia mengunjungi tempat itu untuk menemukan jawaban atas apa yang terjadi pada seseorang yang membunuh anaknya. Dan sayangnya, ia hanya jadi mengerti bahwa terkadang orang-orang di luar jauh lebih sakit ketimbang yang berada di dalam gedung ini.
Awal-awal kunjungannya ke sana, Barat benar-benar tidak melakukan apa-apa selain matanya yang bergerak-gerik mengobservasi. Sampai suatu saat, ada seorang perempuan yang jauh lebih muda usianya dari Barat, badannya gempal, jatuh cinta pada Barat. Hubungan mereka terjalin baik, mereka sering mengobrol, meski terkadang Barat tidak mengerti perkara suasana hati wanita yang diketahui bernama Irene itu kerap berubah-ubah tanpa sebab.









