Oleh karena Irene, pasien-pasien lain pun mulai bergaul dengan Barat; tentu beberapa pasien yang keadaannya sudah lebih baik saja yang boleh dibiarkan berkeliling bebas di dalam gedung. Beberapa pasien lain ada yang dikurung sepanjang hari, ada yang diikatkan sabuk selepas disuntik obat penenang.
Permulaan itu yang mengawali sumbangsihnya kepada orang-orang yang sudah menjadi temannya di sana. Dia membawa papan catur, kartu, permainan dadu untuk pasien-pasien agar mereka tidak merasa bosan selama menjalani pengobatan di sana. Dan permainan yang dibawanya itu amat disenangi oleh pasien-pasien tua.
Kemudian, lambat laun dia mulai membawakan buku-buku yang ia punya, serta buku bekas peninggalan anaknya. Barat senang membacakan mereka puisi, cerita, dan keadaan pun menjadi bertambah baik di rumah sakit itu. Meskipun tidak jarang pula ada hari-hari yang buruk dan muram bagi mereka semua. Dan itu semua memang tak dapat diprediksi oleh siapapun.
Seperti Irene, yang pagi ini meludahi muka Barat begitu saja. Tentu ia terheran, tapi tidak menanggapi, karena Irene sudah telanjur berlalu balik ke ruangannya. Saat ditanya oleh perawat, Irene hanya menjawab: tidak tahu, mungkin untuk kesenangan pribadi, sahutnya.









