LKPPH PERMAHI Maluku Minta Kejati Telusuri Pengadaan Kamera hingga Drone di SBB

oleh -8 Dilihat
Direktur LKPPH PERMAHI Maluku Saputra Belassa, meminta aparat penegak hukum tidak hanya melihat keberadaan barang secara fisik. Menurutnya, yang lebih penting adalah memastikan seluruh rangkaian pengadaan memiliki dasar kebutuhan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami tidak sedang menghakimi. Dugaan tetaplah dugaan sampai ada pemeriksaan dan pembuktian. Karena itu, kami mendorong aparat penegak hukum untuk melakukan penelusuran secara profesional agar persoalan ini menjadi terang,” tegasnya.

Minta Telusuri Seluruh Rantai Pengadaan

Jika penelusuran dilakukan, Saputra meminta pemeriksaan tidak berhenti pada Kepala Dinas Infokom SBB. Seluruh rangkaian proses pengadaan, mulai dari perencanaan kebutuhan, penganggaran, pemilihan metode, pelaksanaan pengadaan, penerimaan barang, pembayaran, pencatatan aset hingga pemanfaatannya, dinilai perlu dilihat secara utuh.

Menurutnya, setiap tahapan melibatkan pihak dengan kewenangan berbeda. Karena itu, pihak yang berperan dalam proses tersebut dapat dimintai keterangan apabila diperlukan.

“Prinsipnya adalah mencari kebenaran materiil mengenai proses pengadaan tersebut. Jangan sampai pemeriksaan hanya berhenti pada satu pihak, sementara rangkaian prosesnya tidak diperiksa secara utuh,” katanya.

LKPPH PERMAHI Maluku juga mendorong Pemerintah Kabupaten SBB membuka informasi yang dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat mengenai pengadaan tersebut, sepanjang tidak termasuk informasi yang dikecualikan berdasarkan ketentuan perundang-undangan.

Baca Juga  LBH Ansor Malut Minta Satgas PKH Buka Dasar Penyegelan PT Mineral Trobos

Transparansi, kata Saputra, penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan daerah sekaligus memastikan belanja APBD benar-benar diarahkan untuk kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

No More Posts Available.

No more pages to load.