Lurah Se-Kota Ambon Bersinergi Turunkan Stunting

oleh -199 views

“Tidak semua keluarga miskin anaknya stunting, tetapi sebagaian besar anak stunting itu diakibatkan karena kemiskinan. Rumah tangga yang miskin tidak dapat memenuhi kebutuhan gizi anak sehingga anak mudah terkena stunting,“ ungkapnya.

Menurut Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kota Ambon per Oktober 2021, jumlah penduduk miskin 36.191 KK atau 147.270 jiwa yang tersebar pada lima kecamatan. Penyebaran penduduk miskin pada semua wilayah membuat tingkat kesulitan dalam penanganan stunting semakin tinggi, apalagi banyak kepala keluarga yang di PHK di masa pandemi COVID-19.

“Realitanya seseorang yang tidak bekerja otomatis tidak memiliki penghasilan sehingga kesulitan dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga,” tukasnya.

Untuk itu, dalam upaya menurunkan angka stunting menjadi dibawah 14 persen di tahun 2024 yang merupakan target dari program prioritas nasional, Pemkot Ambon melalui OPD teknis, bersama para Kades/Raja dan Lurah serta stakeholder lainnya, diharapkan dapat bekerja secara konvergensi, komprehensif, terpadu dan berkesinambungan dalam melaksanakan 8 aksi integrasi stunting. Dimana aksi integrasi stunting merupakan strategi penanganan dan wajib dilaksanakan oleh seluruh teknis perangkat perencanaan di kelurahan.

No More Posts Available.

No more pages to load.