Mafia Penjual Pulau

oleh -370 views

Bennet et al (2015) menjelaskan, perampasan dilakukan oleh lembaga publik atau aktor negara hingga kelompok kepentingan pribadi. Artinya melibatkan banyak pihak mulai dari pemilik modal, birokrat, hingga ujung tombak yang mengunggah ke situs online. Dalam kasus pelelangan Kepulauan Widi disinyalir kuat adanya keterlibatan oknum pemerintah (aktor negara) bekerjasama dengan PT Leadership Island Indonesia (LII) selaku pihak yang melelang Kep. Widi disitus online Sotheby’s Concierge Auctions.

Pemicu utama maraknya kasus penjualan pulau kecil di Indonesia karena harganya yang menggiurkan bisa mencapai ratusan milyar. Perampasan pulau-pulau kecil melalui aktivitas pelelangan/penjualan yang menimpa Kepulauan Widi bukanlah yang pertama. Dirjen Pengelolaan Ruang Laut KKP mencatat kasus pelelangan/penjualan pulau kepada pihak asing dari tahun 2007.

– Pertama, tahun 2007 Pulau Panjangdan Pulau Meriam Besar di NTB dijual melalui situs karangasemproperty.com.
– Kedua, tahun 2009 di Kabupaten Kepulauan Metawai Sumatera Barat terdapat pulau yang dijual melalui situs privateislandsonline.com, yaitu Pulau Makarobi/Pulau Siniai (14 Ha) seharga USD 4 juta, Pulau Kandui/Pulau Karangmajat (26 Ha) seharga USD 8 juta dan Pulau Siloinak (24 Ha) seharga USD 1,6 juta.
– Ketiga, tahun 2012 Pulau Gili Nanggu (12 Ha) di NTB dijual seharga Rp. 9,9 milyar melalui situs privateislandsonline.com.
– Keempat, tahun 2012 Pulau Gambar (2,2 Ha) di Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat dijual dengan harga Rp 6,8 milyar melalui situs privateislandsonline.com.
– Kelima, tahun 2014 terdapat beberapa pulau yang dijual seperti di Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat, Pulau Kumbang (6,8 Ha) dijual seharga USD 1,8 juta melalui privateislandsonline.com, Pulau Kiluan (50 Ha) di Kabupaten Tanggamus Lampung dijual seharga USD 300 ribu melalui privateislandsonline.com dan Pulau Sebayur (4 Ha) di Kabupaten Manggarai Barat NTT dijual seharga Rp 28 milyar melalui brighton.co.id.
– Keenam, tahun 2015 terdapat dua pulau yang dijual, pertama Pulau Punggu (117 Ha) di Kabupaten Manggarai Barat NTT dijual seharga USD 11 juta melalui situs skyproperty.com dan Pulau Sumber Gelap (5 Ha) di Kalimantan Selatan seharga Rp 10,5 milyar.
– Ketujuh, tahun 2018 melalui situs privateislandsonline.com terdapat dua pulau yang dijual, yaitu Pulau Bukabuka (1.200 Ha) di Tojo Una-Una Sulawesi Tengah dengan harga by request dan Pulau Ajab (30 Ha) di Kepulauan Riau seharga USD 3,3 juta.
– Kedelapan, tahun 2019 melalui situs privateislandsonline.com Pulau Dua Barat (7,84 Ha) dijual seharga Rp 243 milyar dan dua pulau di Kabupaten Pesawaran Lampung yaitu Pulau Pahawang besar (22,9095 Ha) dan Pulau Pahawang Kecil (8,742 Ha) dijual seharga Rp 50 milyar melalui Ray White.
– Kesembilan, tahun 2020 ada dua pulau dijual di Kabupaten Kepulauan Anambas Kepulauan Riau yaitu Pulau Kembung (1,2 Ha) dan Pulau Yudan (11,33 Ha) dengan harga by request melalui privateislandsonline.com.
– Terakhir tahun 2022 situs Sotheby’s Concierge Auctions hendak melelang Kepulauan Widi di Halmahera Selatan Maluku Utara.

No More Posts Available.

No more pages to load.