Mahasiswa Maluku-Maluku Utara di Makassar Galang Dana untuk Korban Gempa

oleh -35 views
Link Banner

Porostimur.com | Makassar: Sejumlah Mahasiswa Maluku yang berada di kota Makassar yang terhimpun dalam Aliansi Mahasiswa Maluku-Maluku Utara melakukan aksi penggalangan dana sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat Maluku yang sampai saat ini dilanda bencana alam gempa bumi.

Aksi penggalangan dana ini merupakan keterlibatan dari sejumlah mahasiswa Maluku dan Maluku Utara yang terdiri dari beberapa Organisasi Kedaerahan (Organda) asal Maluku yang berjumlah sebanyak 21 Organda, antara lain; FORPPEMIB-Makassar, FORMAT MU-Makassar, HIPMI MALRA RAYA-Makassar, AL-MATTA Sulsel, FORMMATT-Makassar, IPPMARY-Makassar, HIPPMAT-Makassar, IPPMLH-Makassar, KPMIT-Makassar, IPMKT-Makassar, Komunitas Belajar Renaisans (CBR), HIPMAP-Makassar, Forum Literasi Inspiratif (FLI), Common Science Community (CSC), HMM-DP, IKMMA-Makassar, IPMAS-Makassar, IMMAM-Makassar, HIPMALUT-UMI, ASPURI-Maluku dan HIPAMALATU-Makassar.

Khomarudin Elwuar selaku Koordinator Lapangan Aliansi Mahasiswa Maluku-Maluku Utara, mengatakan;

“Kami sangat merasa peduli melihat bencana alam yang melanda pulau Ambon dan pulau-pulau sekitarnya, sehingaa kami yang terhimpun dalam Aliansi Mahasiswa Maluku-Maluku Utara ini merupakan gabungan dari 21 Organda merasa peduli dan terpanggil untuk melakukan penggalangan dana guna membantu saudara-saudara kami di wilayah Ambon dan sekitarnya yang sampai saat ini masih dilanda gempa bumi,” ungkapnya.

Aksi penggalangan dana ini sudah merupakan aksi ketiga kalinya yang dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa Maluku-Maluku Utara.

Baca Juga  Iklan

Sebelumnya aksi penggalangan dana juga dilakukan pada beberapa titik yang berada di pusat keramaian kota Makassar, antara lain; lampu merah jln. A. Pettarani, lampu merah Flay Over dan lampu merah Adipura Tello – Makassar.

“Ini sudah merupakan aksi penggalangan dana kami yang ketiga kalinya, karena kemarin waktu hari Sabtu dan Minggu kami juga melakukan penggalangan dana di beberapa titik dalam kota Makassar dan malam ini (Selasa, 01/10/2019) merupakan aksi penggalangan dana kami yang ketiga kalinya. Untuk sementara dana yang sudah terkumpul sampai saat ini nantinya akan kami salurkan dalam bentuk uang pada tiap-tiap relawan yang bertanggungjawab di lokasi gempa untuk menyediakan keperluan yang dibutuhkan oleh masyarakat akibat bencana alam tersebut. Namun hal ini akan kami rapatkan terlebih dulu bersama semua komponen delegasi dari tiap-tiap organda yang terhimpun dalam aliansi ini,” ujar Khomarudin.

Menurut sumber data yang diperoleh dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga minggu (29/9/2019) kemarin tercatat sampai saat ini korban yang meninggal dunia akibat bencana alam di beberapa wilayah antara lain di kota Ambon, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBT) dan Kabupaten Maluku Tengah berjumlah sebanyak 31 orang meninggal dunia, sedangkan yang mengalami luka-luka sebanyak 156 orang dan 2000 jiwa lebih masih berada pada tempat-tempat pengungsian di daerah dataran yang lebih tinggi.

Baca Juga  Masker 'Nyeleneh' Indonesia Disorot Media Asing, Disebut Fesyen Sekaligus Humor di Tengah Covid-19

Sampai saat ini keadaan di pulau Ambon dan sekitarnya masih dalam keadaan yang kurang kondusif disebabkan oleh gempa susulan yang tiap harinya mengguncang wilayah Ambon dan sekitarnya. Akibatnya banyak masyarakat yang mengungsi meninggalkan rumah dan mencari tempat-tempat tertinggi di wilayah Ambon. Banyak rumah warga dan bangunan lainnya yang rusak akibat bencana alam ini.

“Kami sangat khawatir dengan keadaan saudara-saudara kami disana, karena hampir setiap harinya kami mendengar kabar gempa yang terus terjadi. Kami Aliansi Mahasiswa Maluku-Maluku Utara dan lebih khususnya saya pribadi selaku Koordinator Lapangan sangat berharap semoga saudara-saudara kita yang berada di pulau Ambon dan sekitarnya selalu dalam keadaan baik-baik saja, dan semoga bencana alam ini cepat berlalu sehingga warga dan masyarakat Ambon dan sekitarnya dapat menjalankan aktifitas seperti biasanya”, ungkap Komarudin. (lia)