Mahfud MD Sebut Jokowi Tak Dukung Muldoko Begal Partai Demokrat

oleh -79 views
Link Banner

Porostimur.com – Jakarta: Menko Polhukam Mahfud MD mengungkap hal penting soal kudeta Demokrat kubu Moeldoko. Ternyata Presiden Jokowi tak mau mendukung perbuatan Moeldoko itu.

Menko Polhukam Mahfud MD mengungkap isi pertemuannya dengan Presiden Jokowi dan Menkumham Yasonna Laoly mengenai polemik Partai Demokrat.

Mahfud MD mengatakan Presiden Jokowi meminta KLB Demokrat yang memilih Moeldoko sebagai Ketum di Sibolangit Deli Serdang Sumut, tidak disahkan.

Mahfud MD kemudian memaparkan isi pertemuan saat dia menghadap Presiden Jokowi.

Hal ini disampaikan Mahfud MD saat diskusi virtual melalui live Twitter bersama Didik J Rachbini, Rabu (29/9/2021).

“Saya bersama Menkumham dan Presiden, ‘Gimana Nih Pak? Hukumnya bagaimana’ kata Pak Jokowi kepada saya,” jelas Mahfud MD.

Baca Juga  Kodim 1504/Ambon Kembali Buka Pendaftaran Calon Prajurit Bintara TNI AD

“Hukumnya, Pak, ndak boleh ada muktamar seperti itu. Karena muktamar itu atau kongres itu harus diminta oleh pengurus yang sah,” kata Mahfud MD menirukan pembicaraannya saat itu dengan Presiden Jokowi.

Menko Polhukam Mahfud MD memberikan penjelasan lebih lanjut kepada Presiden Jokowi mengenai aturan pelaksanaan KLB.

Menko Mahfud MD mengatakan acara yang disebut KLB di Sibolangit, Sumatera Utara, itu dilakukan tanpa izin pengurus Partai Demokrat yang sah.

“Ini kan mereka di luar, bukan pengurus yang sah, jadi itu ndak boleh disahkan,” kata Mahfud menirukan ucapannya saat itu.

“Kata Pak Jokowi, ‘Kalau memang begitu tegakkan saja hukum, ndak usah disahkan Pak Moeldoko meskipun dia teman kita dan punya ambisi politik’, kata Pak Jokowi,” kata Mahfud MD menirukan ucapan Jokowi saat itu.

Baca Juga  DPRD Maluku Minta Pemprov Perhatikan Nasib Guru dan Kualitas Pendidikan di Masa Pandemi Covid-19

Mahfud MD kemudian menjalankan arahan Jokowi. Mahfud dan Yasonna pun mengumumkan pemerintah tak mengesahkan hasil KLB kubu Moeldoko.

“Itulah saya dan Pak Yasonna segera mengumumkan ndak bakal mengesahkan Moeldoko,” kata dia lagi.

Menurut Mahfud MD, jika Presiden Jokowi mau mengintervensi masalah Demokrat ini, sebenarnya bisa dilakukan saat KLB digelar di Sibolangit Deli Serdang, Sumut.

Namun hal itu tak pernah dilakukan Jokowi hingga saat ini.

“Kalau Istana mau masuk sebenarnya ketika Moeldoko kongres di Medan itu, kita tinggal mengesahkan aja dengan kasar gitu, tapi pada waktu itu saya menghadap presiden,” kata Mahfud MD dalam diskusi virtual melalui live Twitter bersama Didik Rachbini, Rabu (29/9/2021).

Baca Juga  Serahkan DIPA 2020, Kakankemenag Malra Ingatkan Pengelola Transparan

Hal itu diungkapkan Mahfud saat Didik menanyakan bagaimana posisi pemerintah mengenai kisruh Partai Demokrat kubu AHY dengan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko. 

(red/ral/int/pojoksatu)