“Hal tersebut menjadi wajar kami sampaikan oleh sebab telah menjadi bagian dari komitmen politik dalam Pilgub beberapa waktu lalu, yang memberi dasar masyarakat Aru memberi kepercayaan yang signifikan bagi pasangan Bapak Hendrik Lewerissa dan Abdullah Vanath sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku,” sambungnya.
Kontribusi Aru dan Persoalan Keterwakilan SDM
Darakay menilai, aspirasi tersebut juga memiliki landasan yang lebih luas, yakni kontribusi Kepulauan Aru terhadap pembangunan Maluku.
Ia menyebut sektor kelautan dan perikanan menjadi salah satu sumber kontribusi penting daerah tersebut bagi perekonomian Maluku. Menurutnya, Kepulauan Aru turut memberikan kontribusi yang disebut sebagai devisa terbesar ketiga di Provinsi Maluku.
“Permintaan ini juga kami dasari atas sumbangsih Kepulauan Aru terhadap pembangunan di Provinsi Maluku, yang turut menyumbangkan devisa terbesar ketiga di Provinsi Maluku,” katanya.
Karena itu, Majelis Adat Aru Ursia-Urlima berharap perhatian pemerintah tidak berhenti pada potensi sumber daya alam yang dimiliki masyarakat hukum adat Aru.
Menurut Darakay, potensi sumber daya manusia Aru juga harus memperoleh kesempatan dan kepercayaan yang proporsional dalam pemerintahan.
“Oleh sebab itu kami berharap bukan hanya melirik potensi sumber daya alam kami yang dimiliki oleh masyarakat hukum adat Aru, akan tetapi potensi sumber daya manusia yang dimiliki juga dapat diberi kesempatan dan kepercayaan yang sama dengan kabupaten/kota yang lain,” ucapnya.











