Dalam al-Quran Surat Al-Falaq Allah SWT berfirman:
مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
dari kejahatan makhluk-Nya. ( QS Al-Falaq: 2)
“Yakni dari kejahatan semua makhluk,” tulis Ibnu Katsir dalam tafsirnya.
Sabit Al-Bannani dan Al-Hasan Al-Basri telah mengatakan bahwa Jahanam, Iblis, dan keturunannya termasuk makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT.
Firman Allah SWT:
وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ
dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. ( QS Al-Falaq: 3)
Mujahid mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah bila matahari telah tenggelam; demikianlah menurut apa yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Mujahid.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Ibnu Abu Najih, dari Mujahid. Dan hal yang sama telah dikatakan oleh Ibnu Abbas, Muhammad ibnu Ka’b Al-Qurazi. Ad-Dahhak. Khasif. Al-Hasan, dan Qatadah, bahwa sesungguhnya makna yang dimaksud ialah malam hari apabila datang dengan kegelapan.
Sedangan Az-Zuhri mengatakan yakni matahari apabila telah tenggelam. Juga telah diriwayatkan pula dari Atiyyah dan Qatadah yaitu malam hari bila telah pergi.
Abu Mihzan mengatakan dari Abu Hurairah bahwa makna yang dimaksud ialah bintang.
Ibnu Zaid mengatakan, dahulu orang-orang Arab mengatakan bahwa al-gasiq artinya jatuhnya bintang surayya. Berbagai penyakit dan Ta’un mewabah seusai jatuhnya bintang surayya, dan menjadi Lenyap dengan sendirinya bila bintang surayya terbit. Yang dimaksud dengan jatuh ialah tenggelam.












