Selain itu, penegakan aturan Over Dimension Over Load (ODOL) menjadi fokus untuk mencegah kecelakaan.
“Pelanggaran ODOL ibarat bom waktu. Kita harus hentikan sebelum mencederai masyarakat,” kata Kasrul.
Di sektor pangan, Pemerintah Provinsi Maluku menjamin persediaan bahan pokok cukup hingga tiga bulan ke depan. Ketersediaan beras, gula, minyak goreng, telur, ayam, bawang, dan cabai terpantau aman. Kasrul mengingatkan agar praktik penimbunan oleh oknum tertentu dihindari.
“Kadang barang ada di gudang tapi disembunyikan sehingga pasokan terganggu. Ini praktik mafia, dan tidak boleh terjadi di bumi Maluku,” tegasnya.
Pengawasan dilakukan Satgas Pangan Polda Maluku, BPOM, dan dinas terkait, termasuk pasar dan gudang distribusi. Pemerintah juga memperluas Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci
Kasrul menegaskan kesiapan Nataru membutuhkan koordinasi lintas sektor. TNI-Polri, instansi vertikal, Balai Jalan, dan Balai Wilayah Sungai bersama pemerintah daerah melakukan pemetaan wilayah rawan banjir, antisipasi lintasan basah, dan memastikan kelancaran logistik.
“Stok kita cukup panjang. Tapi jika transportasi terganggu, daya beli masyarakat ikut tertekan. Koordinasi adalah kunci,” jelasnya.









