Porostimur.com, Jakarta – Maluku Utara mencatat sejarah baru dalam peta investasi nasional. Pada triwulan II 2026, provinsi kepulauan ini berhasil menjadi daerah tujuan Penanaman Modal Asing (PMA) terbesar di Indonesia dengan nilai investasi mencapai Rp39,5 triliun, mengungguli DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga sejumlah daerah industri di Pulau Jawa.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, mengatakan lonjakan investasi tersebut didorong kuat oleh berkembangnya industri hilirisasi mineral yang terus menjadi magnet bagi investor global.
“PMA di Maluku Utara peningkatannya cukup tajam. Maluku Utara menduduki tempat pertama,” ujar Rosan saat menyampaikan laporan investasi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (16/7/2026).
Menurutnya, perubahan peta investasi nasional menunjukkan bahwa pusat pertumbuhan ekonomi tidak lagi hanya bertumpu di Pulau Jawa. Daerah-daerah penghasil sumber daya alam, khususnya yang mengembangkan industri pengolahan dan smelter, kini menjadi tujuan utama investasi asing.
Setelah Maluku Utara, posisi berikutnya ditempati DKI Jakarta dan Jawa Barat. Sementara Sulawesi Tengah berada di urutan selanjutnya dengan nilai investasi Rp34,4 triliun, disusul Jawa Timur.











