Oleh: Tedjabayu Sudjojono, aktivis organisasi pemuda CGMI, ditangkap Oktober 1965, dibuang ke Pulau Buru
Siang ini kami membersihkan urung-urung perbatasan antara Unit I dan Unit II di depan Mako. Pulangnya aku ngobrol dengan Mas Suroso dan Mas Priyanto yang memberitahu kalau 6 Desember nanti akan datang keluarga tapol dari Jakarta. Sore hari ini cuaca agak mendung.
Di Buru kalau sudah musim penghujan sangat menyebalkan. Di mana-mana becek. Apalagi barakku dekat rawa yang menurut perkiraanku tadinya oxbow lake kuno. Sementara kemiringan tanah sangat kecil. Ketika kubuat trase saluran drainase beberapa tahun yang lalu, tidak mungkin membuat kemiringan tanah i lebih dari 0.25‰.
Malam ini giliranku membaca majalah Katolik, Liguorian Magazine yang kupinjam dari Zr. Caecillia Claris. Ini sebuah puisi yang mengharukan sampai-sampai aku mbrabak. Judulnya “Today” Penulisnya Jackie Smith dan dimuat di Liguorian lama, bulan Mei 1970. Kupikir puisi ini sangat mengharukan.
Beautiful little black child selling candy,
Come to my door,
I’m white, but don’t be afraid,
I have a beautiful little white child,
I wish she had your strong white teeth,
You wish you had her litle blond hair,
She’ll never have your sense of rhythm,
Unless you teach her,
You’ll never have her lack of fear,
Unless she teaches you,
You are like the night, dark and lovely,
She is like the day, lovely and fair,
But what a sad world
One without the other
We need each other,
Put your hand on mine, let’s be friends
Let it begin with us…Today!




