Mas Mispan

oleh -82 views
Link Banner

Oleh: Tedjabayu Sudjojono, aktivis organisasi pemuda CGMI, ditangkap Oktober 1965, dibuang ke Pulau Buru

Siang ini kami membersihkan urung-urung perbatasan antara Unit I dan Unit II di depan Mako. Pulangnya aku ngobrol dengan Mas Suroso dan Mas Priyanto yang memberitahu kalau 6 Desember nanti akan datang keluarga tapol dari Jakarta. Sore hari ini cuaca agak mendung.

Di Buru kalau sudah musim penghujan sangat menyebalkan. Di mana-mana becek. Apalagi barakku dekat rawa yang menurut perkiraanku tadinya oxbow lake kuno. Sementara kemiringan tanah sangat kecil. Ketika kubuat trase saluran drainase beberapa tahun yang lalu, tidak mungkin membuat kemiringan tanah i lebih dari 0.25‰.

Malam ini giliranku membaca majalah Katolik, Liguorian Magazine yang kupinjam dari Zr. Caecillia Claris. Ini sebuah puisi yang mengharukan sampai-sampai aku mbrabak. Judulnya “Today” Penulisnya Jackie Smith dan dimuat di Liguorian lama, bulan Mei 1970. Kupikir puisi ini sangat mengharukan.

Link Banner

Beautiful little black child selling candy,
Come to my door,
I’m white, but don’t be afraid,
I have a beautiful little white child,
I wish she had your strong white teeth,
You wish you had her litle blond hair,
She’ll never have your sense of rhythm,
Unless you teach her,
You’ll never have her lack of fear,
Unless she teaches you,
You are like the night, dark and lovely,
She is like the day, lovely and fair,
But what a sad world
One without the other
We need each other,
Put your hand on mine, let’s be friends
Let it begin with us…Today!

Anggota barak mencabut kacang tanah di Ladang Kamadi dekat dermaga Air Madidi. Kami lewat desa Air Madidi. Sebagian besar orang menyebutnya Air Mendidih karena di daerah itu ada air panas yang menyembul dari dasar Way Apu.

Baca Juga  Fajar Nugros & Anjas Maradita Jadi Juri INDODAX Short Film Festival 2020

Heran juga aku karena di daerah ini tidak ada gejala vulkanisme. Tetapi aku baru ingat pelajaran geomorfologi dulu bahwa Pulau Buru merupakan pulau yang masuk dalam Busur Luar Banda. Artinya Buru merupakan denudasi batuan global Sunda Plate yang batuannya tidak ada vulkanisme. Umumnya busur luar Banda merupakan batuan struktural.

Kelak pada tahun 2017 Pemerintah mengumumkan ditemukannya sebuah daerah sepanjang 6 km di pinggir Way Sekat Buru Selatan sumber geothermal dengan suhu kira-kira 120o-150o Celsius. Artinya potensi panas bumi itu sekitar 20 MW.

Sementara itu kulihat beberapa kawan-kawan Mako pergi ke Namlea ikut membantu debarkasi dari KM Sunan Gunung Jati yang sudah masuk ke Teluk Kayeli.

Baca Juga  LSM Rorano Minta Gubernur Malut Tegas. Tutup Pelabuhan dan Larang Orang Luar Masuk

Ada berita dari Mako bahwa KM Sunan Gunung Jati yang malam tadi jam 02.00 WIT berlayar, hari ini jam 08.00 WITA sudah melewati Makassar. Cepat sekali perjalanan mereka. Mungkin tonase kapal samudra yang besar itu yang menyebabkan perjalanan begitu cepat.

Mereka banyak bercerita tentang suasana embarkasi di Pelabuhan Namlea. Kapalnya lego jangkar di tengah Teluk Kayeli.

Ternyata kapten kapalnya menantu Bung Dasul, primadonna Ludruk Tapol di Unit VII dan penyanyi utama WayapuNada. Ada juga cerita kawan-kawan kru tentang kapal besar ini.

Begitu melihat Mas Mispan, para perwira di kapal itu langsung memberi hormat secara militer. Setelah itu secara spontan perwira-perwira itu merangkulnya dengan akrab.

Baca Juga  PMKRI: Kami Ingin Mengabarkan Damai dari Ambon untuk Indonesia

Beberapa orang meneteskan air mata. Yah, ini memang hidup yang sebenarnya. Sementara itu semua perwira kapalnya bekas taruna Mas Mispan yang notabene mereka kenal sebagai superintendent atau direktur Akademi Ilmu Pelayaran (AIP).

Mereka terharu melihat Mas Mispan yang dulu pimpinan dan instruktur mereka, berdiri di situ sebagai tahanan politik, hanya sebagai ‘kapten’ sebuah perahu bekas LCVP Perang Dunia II yang biasanya dipegang oleh seorang sersan dua marinir! (*)