Mas Mispan

oleh -106 views

Anggota barak mencabut kacang tanah di Ladang Kamadi dekat dermaga Air Madidi. Kami lewat desa Air Madidi. Sebagian besar orang menyebutnya Air Mendidih karena di daerah itu ada air panas yang menyembul dari dasar Way Apu.

Heran juga aku karena di daerah ini tidak ada gejala vulkanisme. Tetapi aku baru ingat pelajaran geomorfologi dulu bahwa Pulau Buru merupakan pulau yang masuk dalam Busur Luar Banda. Artinya Buru merupakan denudasi batuan global Sunda Plate yang batuannya tidak ada vulkanisme. Umumnya busur luar Banda merupakan batuan struktural.

Kelak pada tahun 2017 Pemerintah mengumumkan ditemukannya sebuah daerah sepanjang 6 km di pinggir Way Sekat Buru Selatan sumber geothermal dengan suhu kira-kira 120o-150o Celsius. Artinya potensi panas bumi itu sekitar 20 MW.

Baca Juga  May Day, Kapolres Halsel Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas

Sementara itu kulihat beberapa kawan-kawan Mako pergi ke Namlea ikut membantu debarkasi dari KM Sunan Gunung Jati yang sudah masuk ke Teluk Kayeli.

Ada berita dari Mako bahwa KM Sunan Gunung Jati yang malam tadi jam 02.00 WIT berlayar, hari ini jam 08.00 WITA sudah melewati Makassar. Cepat sekali perjalanan mereka. Mungkin tonase kapal samudra yang besar itu yang menyebabkan perjalanan begitu cepat.

Mereka banyak bercerita tentang suasana embarkasi di Pelabuhan Namlea. Kapalnya lego jangkar di tengah Teluk Kayeli.