Karena itu, munculnya informasi mengenai distribusi material ke lokasi usaha komersial seharusnya menjadi pintu masuk untuk menelusuri rantai material dari hulu hingga ke lokasi penggunaannya.
Apabila pembayaran material memang menggunakan sistem sekitar Rp100 ribu per ret, maka jumlah kendaraan dan frekuensi pengangkutan menjadi data penting.
Catatan retase, surat jalan, jadwal keluar-masuk kendaraan, dokumentasi penimbunan hingga bukti pembayaran dapat digunakan untuk menghitung volume material sekaligus mencocokkannya dengan nilai pekerjaan yang disebut mencapai Rp800 juta-Rp900 juta.
Dari pencocokan tersebut nantinya dapat diketahui apakah angka Rp800 juta-Rp900 juta merupakan nilai keseluruhan pekerjaan, nilai material saja, atau sudah termasuk biaya alat berat, pengangkutan dan jasa penimbunan.
Perbedaan tersebut penting karena nilai kontrak pekerjaan tidak otomatis sama dengan nilai material Galian C.
Aparat Diminta Telusuri Jalur Material dan Legalitasnya
Dugaan distribusi material dari Wai Riuwapa menuju Toko Surya Baru dan DIY semestinya tidak berhenti sebagai informasi yang beredar di lapangan.
Aparat penegak hukum dan instansi teknis dapat menelusuri dokumen yang berkaitan dengan pekerjaan tersebut, mulai dari kontrak, invoice, surat jalan, catatan retase, bukti pembayaran, rekening transaksi, dokumentasi pekerjaan penimbunan hingga dokumen legalitas sumber material.









