Oleh: Tedjabayu Sudjojono, aktivis organisasi pemuda CGMI, ditangkap Oktober 1965, dibuang ke Pulau Buru
Aku mencoba untuk membuka kembali catatan-catatan ketika masih berada di Pulau Buru, catatan yang begitu banyak tentang ilmu pengetahuan, baik fisika, biologi maupun geologi, ilmu favoritku.
Demikian pula asas-asas mekanika yang kutulis kembali berdasarkan daya ingat kolektif kami-kami yang tadinya murid-murid eksakta, sambil melatih kemampuan Bahasa Inggrisku kembali.
Ada juga buku kecil terbitan BPK yang bisa kuselamatkan sampai ke rumah, yakni Doa Setiap Hari yang kuterima dari Pendeta Matatula. Di situ aku catat semua tanggal yang penting, data-data tentang peristiwa dan catatan-catatan lainnya. Catatan-catatan itu selamat, lolos dari intaian Asintel/Ops dan anak buahnya.
Salah satu staf Asintel/Ops, seorang letnan satu memeriksa barang-barang bawaanku sebelum naik LCVP untuk akhirnya melakukan embarkasi ke KRI Tanjung Pandan. Ia membaca kutipan ayat-ayat Matius 11: 28 di halaman judul buku saku yang kutulis dengan bolpoin warna merah, “..come unto Me, all ye that labour and are heavy laden and I will give you rest.”
Ia langsung menjabat tanganku dan bilang dengan tersenyum ramah. Tanpa memeriksa buku-buku lain yang penuh dengan catatan-catatan peristiwa yang kuanggap penting.




