Soal Temuan ICW, Istana Bayar Rp 90 Miliar untuk Influencer, Donny Gahral Bilang Tidak Ada yang Salah

oleh -34 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Indonesia Corruption Watch (ICW) menyebut bahwa pemerintahan Presiden Joko Widodo sudah menggelontorkan uang sampai Rp 90 miliar untuk influencer. ICW sendiri mengkritik bahwa pemerintahan Jokowi tak percaya diri sampai harus menggunakan influencer untuk mensosialisasikan kebijakan kepada masyarakat.

Kekinian kritikan ICW itu mendapat tanggapan dari pihak Istana. Kantor Staf Kepresidenan (KSP) misalnya menganggap tak ada yang salah dengan menyewa jasa influencer agar kebijakan pemerintah bisa lebih tersampaikan ke masyarakat.

“Saya kira bukan tidak percaya diri,” kata Tenaga Ahli Utama KSP, Donny Gahral Adian, Jumat (21/8). “Tapi karena influencer itu kan banyak pengikutnya di sosmed. Jangkauannya lebih luas.”

Donny sendiri menyoroti jasa influencer dalam mensosialisasikan kebijakan pemerintah ke kalangan milenial yang sampai 40 persen. “Terutama di kalangan milenial, jadi program-program itu bisa dipahami,” jelas Donny, seperti dilansir dari Tempo, Senin (24/8).

Link Banner

Temuan mengejutkan ini pertama kali disampaikan oleh ICW yang meneliti sepanjang periode 2017-2020. Sebanyak Rp 90,45 miliar sudah digelontorkan untuk menyewa jasa influencer demi mempengaruhi opini publik terkait kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah.

Baca Juga  Awali kerja, Lumowa hadiri ibadah Minggu di Katedral Ambon

ICW menyebut dana itu terdiri dari kebutuhan beberapa lembaga dan kementerian. Salah satunya adalah Kementerian Komunikasi dan Informatika, yang sudah mendapatkan klarifikasi dari Menteri Johnny G Plate.

Johnny membantah bila pihaknya menyewa jasa influencer. Dana tersebut disalurkan ke Kemenkominfo untuk program coaching clinic bertajuk Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) pada 2018 silam.

”Namun program coaching clinic school of influencer oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika tersebut bukan untuk membiayai influencer,” jelas Johnny, Jumat (21/8). “Tetapi pelatihan bagi yang berminat berprofesi sebagai influencer.”

Selain Kemenkominfo, ICW mengungkap Kementerian Perhubungan juga ikut menggelontorkan dana sampai Rp 195,8 juta demi menyewa influencer ini. Atau Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang sampai menghabiskan Rp 1,6 miliar demi mensosialisasikan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019. (red/tempo/wowkeren)