Melintasi Negeri Hitu, 2 warga Wakal dihajar kelompok OTK

oleh -178 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Pertikaian antar kampung seolah tak pernah terselesaikan dari bumi Raja-raja.

Namun tak jarang, hanya karena kasus kekerasan oleh salah satu warga dari kampung, akhirnya berbuntut menjadi pertikaian anta dua kampung berseberangan.

 

Link Banner

Negeri Hitu dan Wakal yang berada di Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) misalnya, sering mengalami bentrok dan seolah tak berkesudahan.

Selasa (2/6), sekira pukul 00.05 Wit, kembali terjadi kekerasan di wilayah ini oleh masyarakat Negeri Hitu kepada warga Negeri Wakal, Ramon Wael (35).

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun wartawan dari tubuh Komando Rayon Militer (Korem) 151/Binaiya, menyebutkan bahwa pada Jumat (1/6) sekitar pukul 23.00 Wit, Wael hendak kembali ke Wakal dari Kota Ambon dengan menumpangi angkot jurusan LIN III bernopol DE 752 JU yang dikendarai Unan (49).

Baca Juga  Admesh Kamaleng Guncang Panggung Festival Teluk Ambon

Setibanya di lokasi kejadian (TKP), tiba-tiba angkota yang ditumangi keduanya mengalami kerusakan mesin.

Saat itulah muncul sekelompok pemuda yang tak dikenali seraya memukul keduanya dengan batu dan kayu.

Mirisnya lagi, kendaraan yang ditumpangi keduanya pun tak luput dari pengrusakan kelompok pemuda tadi.

Tak ayal, keduanya pun langsung berlari seraya mengamankan diri ke markas Komando Rayon Militer (Koramil) 1504-05/Leihitu.

Atas insiden ini, Wael mengalami luka robek pada bagian kepala dan jidat, sehingga dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan medis sesegera mungkin.

Sementara Unan mengalami luka robek/memar pada bagian wajah dan kepala.

Selain itu, angkot yang ditumpangi keduanya mengalami kerusakan pada bagian kaca depan dan belakang.

Baca Juga  Mantiri: KM Gandha Nusantara 06 Siap Melayani Penumpang Tujuan Pulau Lembeh

Masalah ini sudah ditangani oleh pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Leihitu dan sedang dilakukan penyelidikan.

Sementara, situasi di dalam kedua negeri sama-sama aman dan terkendali. (keket)