Kerapian penampilan di saat sholat subuh, adalah bagian dari eskpresi ketaaatan dan kepatuhan aku kepada Tuhan. Bagian dari kekaguman aku kepada Tuhan Yang Maha Esa. Bagian dari proses pengagungan dan pemujaanku kepada Allah. Bagaikan dari tanda penghormatan simbolik seorang hamba kepada Sang Pencipa Alam Semesta.
Jangan keliru, Allah tidak membutuhkan penampilan busana rapi dan terbaik dari kita. Siapa saja yang sholat subuh dengan khusuk, kemungkinan dapat diterima Allah. Mau busana seperti apa, sepanjang memenuhi syarat-syarat syariah, bagi Allah tak soal.
Tuhan Maha Pemurah Pengasig lagi Penyayang. Alah Maha Berkuasa. Alllah tidak membutuhkan apa-apa dari kita. Sebaliknya, justeru kitalah yang membutuhkan Alllah. Jiwa dan hati kitalah yang memerlukan pengabdian kepada Allah.
Dalam kontek inilah, aku menempatkan Allah dalam posisi Yang Maha Agung. Yang Maha Tinggi. Oleh karena itulah, aku merasa perlu menghormati Tuhan secara optimal, setidaknya pada sholat subuh.
Pemasangan sarung yang tertata dengan rapi, motif sarung yang dibuat serasi dan sudut-sudutnya yang tanpa cela, merupakan sebuah bukti dari diriku, aku ingin memberikan yang terbaik manakala di subuh hari saat diriku menghadap kepada Tuhan Yang Maha Tinggi.











