Soal Larangan Beribadah, Jantje Wenno Kecam Tindakan Arogansi TNI/AU di Lanud Pattimura

oleh -175 views
Link Banner

Porostimur.com, Ambon – Wakil Ketua Komisi I DPRD Maluku Jantje Wenno mengecam aksi larangan ibadah yang dilakukan aparat TNI/AU, terhadap warga di Desa Tawiri, Kecamatan Teluk Ambon yang terjadi Minggu (15/2/2022) pagi kemarin.

Pasalnya, tindakan arogansi dan tidak masuk akal tersebut hanya karena salah satu umat, memakai sepatu yang tidak sesuai dengan keinginan TNI/AU (terlihat jari kaki). Padahal sebelumnya, belum ada pengumuman resmi gerejani tentang tata cara berpakaian.

Selaku Wakil Ketua Komisi I DPRD Maluku, saya mengecam tindakan yang dilakukan oleh pihak TNI/AU terhadap jemaat kategorial Lanud Pattimura yang selama ini beribadah di lokasi tersebut,” tegas Wenno, dikutip Denim (16/5/2022)

Wenno menyatakan insiden tersebut hanyalah alasan yang dibuat-buat dan tidak masuk akal, yang bisa saja merupakan buntut dari permasalahan sengketa lahan Laha-Tawiri yang terjadi antara pihak Lanud dan warga sekitar.

“Seharusnya tidak dengan melarang jemaat beribadah, dengan berbusana seperti demikian, Tuhan saja tidak melarang apalagi manusia, dan ini dilakukan oleh pihak TNI/AU yang semestinya paham tentang kebebasan beribadah setiap umat beragama,” ungkapnya.

Baca Juga  Jantje Wenno: Sosialisasi Peralihan TV Analog ke Digital di Maluku Masih Lemah

Untuk itu, politisi partai Perindo ini meminta Panglima TNI dan KSAU agar segera memeriksa dan mengusut oknum yang melarang kegiatan peribadatan.

“Saya meminta, bapak Panglima TNI dan KSAU untuk segera memanggil dan memeriksa mereka yang melarang orang beribadah dengan tidak memakai sepatu seperti yang diinginkan,” ujarnya.

Wenno juga berharap, kiranya Panglima TNI menonton video yang beredar luas di masyarakat dan memberi sanksi bagi mereka yang telah melukai umat Kristiani di Maluku secara langsung. (vera)

No More Posts Available.

No more pages to load.