Dalam ranah kebudayaan, kita mengenal istilah bahasa Italia, ‘maestro’, yang telah diperluas konsepnya dari makna asli ‘pemimpin paduan suara’.
Maestro adalah pencipta, praktisi, sekaligus pejuang dan penjaga tradisi seni dan budaya, selama ia hidup. Dalam konteks industri budaya populer, ketika seni dan budaya sering hanya berhenti sebagai ‘media’, citra seorang maestro akan sulit dibayangkan.
Produksi seni kebanyakan digenjot untuk kepentingan pertunjukan, berlindung di balik asumsi tentang hiburan, lalu mengabaikan kebermanfaatan dan nilai. Nah, maestro seharusnya adalah pengecualian ketika mereka berani menolak kemapanan dan berjuang di jalan-jalan yang sepi pemberitaan untuk melakukan pembelaan.
Glenn Fredly, dalam beberapa tahun menjelang akhir hidupnya menunjukkan bagaimana seharusnya seorang seniman membela dan setia pada apa yang menghidupkannya.
Glenn dan karyanya mungkin hanya tinggal cerita. Kelak, akan muncul generasi baru seniman yang menjejak dengan cara-cara yang berbeda, meskipun dengan tujuan yang sama.
Lagu-lagu Glenn tinggal sebagai artefak digital yang kemudian akan diproduksi oleh orang lain dengan kesegaran baru dan yang lain, sesuai dengan apa yang dimaui massa pada suatu masa.




