Membaca Glenn Fredly: Maestro Tak Lahir Setiap Hari

oleh -134 views

Generasi baru akan mengenal Glenn sebagai sebuah nama yang pernah ada. Mereka tidak menyadari sampai mereka berusaha mencari dan menemukan bahwa kemapanan dan perhatian yang mereka nikmati, ekosistem yang berkembang dan menyediakan kesempatan yang luas bagi siapa saja tanpa pandang bulu, adalah hasil perjuangan para maestro yang telah mengabdikan hidupnya untuk berkarya dan membela.

Demikianlah, maestro tidak dilahirkan setiap hari. Maestro justru harus bersedia mati berkali-kali. Glenn Fredly tentu bukan orang yang tidak memahami betapa industri itu punya banyak muka dan bisa menjadi amat jahat meminggirkan mereka yang tak sesuai dengan kepentingan dan kebutuhan.

Ia memilih melawan arus utama dan melakukan hal-hal tidak populer. Hanya sedikit orang yang bersedia mengabdi pada kesadaran akan adanya pengabaian dan penyangkalan.

Baca Juga  Pinjaman Rp1 Triliun Pemprov Malut Dipersoalkan, IACN Soroti Risiko Fiskal dan Tata Kelola

Glenn tidak akan sedih kalau ia tahu bahwa monument lukisan mural dirinya yang dilukis dengan penuh kasih sayang oleh pelukis marginal yang berbakat, dalam waktu kurang dari setahun kepergiannya, ditutupi oleh rangka besi untuk memajang iklan apa saja: mulai dari senyum merekah orang-orang yang berhasrat menjadi pejabat, hingga iklan pasta gigi, nomor telepon tukang sedot kakus, atau bekas robekan kain plastik yang menggantung dalam ketidakpedulian pada respek.