Membayangkan Dunia Tanpa Jurnalisme?

oleh -587 views

Kita boleh saja sepakat jika indeks ketidakpercayaan pada media ini jelas karena kekacauan pemberitaan media. Namun, apakah betul indeks kepercayaan 70,2 persen itu mengejawantahkan pemberitaan media yang nir-kepentingan? Nir-manipulatif?

Era konvergensi media (pembauran media lama dan digital), plus menjamurnya media online yang ilegal secara hukum (legitimasi Dewan Pers), agaknya menarik untuk kita melihat bagaimana media-media menunjukan perilaku ketidakbecusannya. Apalagi oligopolistik media, ketimpangan hirarki di tubuh organisasi media, orientasi bisnis yang semata-mata mengejar profit, pun relasi kuasa senior-junior, semua memungkinkan potensi berbagai kepentingan menyusup.

Makanya tak heran jika di era serba cepat ini banyak hal seperti hoax, propaganda, disinformasi mudah dilakukan demi memenuhi tuntutan-tuntutan politik dan ekonomis; menguasai pasar pembaca (rating dan iklan).

Baca Juga  Warga Palestina Sambut Piala Dunia 2026 di Tengah Keterbatasan dan Konflik

Tapi disini kita tak bisa menyimpulkan secara deterministik dengan melihat agenda dari kelompok dominan (pemilik media, pengiklan, dan negara) yang justru sering ikut berkontribusi, sebagai faktor tunggal. Kelompok dominan memang punya kuasa melakukan manuver-manuver untuk mengatur cara jurnalis melihat peristiwa, lalu memberitakannya. Namun, selain itu ada sisi kelam bagaimana jurnalis pun memainkan perannya.

No More Posts Available.

No more pages to load.