Papua terlalu lama diperlakukan sebagai wilayah yang lebih sering dibicarakan daripada didengar. Ketika ada karya yang mencoba memperlihatkan suara masyarakat adat, respons yang sehat adalah dialog—bukan pembubaran.
Sebab kebenaran tidak pernah takut pada kamera—yang takut pada kamera biasanya adalah mereka yang menyimpan sesuatu di belakang layar. (**)









