Pernikahan ini dilakukan untuk memenuhi tekanan sosial yang heteronormatif, yakni bentuk norma sosial yang mendesak seseorang untuk menjalani kehidupan sesuai dengan struktur gender dan orientasi yang dianggap “normal” oleh masyarakat.
Dampak Lavender Marriage

Lantas, apa saja dampak Lavender Marriage dalam sebuah pernikahan? Dampak yang ditimbulkan tidak hanya berpengaruh terhadap individu yang melakukannya saja, tetapi juga berpengaruh pada aspek lainnya mulai dari keluarga, tempat kerja, hingga media massa.
Dampak terbesar dari Lavender Marriage memang dirasakan oleh orang yang memutuskan untuk melakukannya. Penyebab utama mereka melakukan hal ini salah satunya adalah karena tidak mampu hidup sesuai dengan apa yang mereka inginkan.
Pasangan yang berada dalam Lavender Marriage juga harus memperhatikan bagaimana identitas publik serta privat mereka ditunjukkan. Perbedaan citra yang ditampilkan dengan citra yang sebenarnya ini dapat mengakibatkan kebingungan psikologis yang bisa berdampak buruk terhadap kehidupan individu karena mereka tidak mampu berekspresi seacara utuh.
Lavender marriage merupakan pernikahan yang tidak didasari atas rasa cinta. Meski demikian, ada kalanya mereka memutuskan untuk mempunyai anak karena tertekan dengan tuntutan serta ekspektasi orang-orang sekitar. Akibatnya, dampak lavender marriage juga dirasakan oleh sang anak.









