Dan benar saja, perjuangan itu membuahkan hasil yang memuaskan. Ia langsung diterima menjadi taruna Akpol hanya dalam sekali mendaftar. Saat itu hanya dirinya yang berhasil lolos dari pendaftaran Polres Cilacap. Bahkan saat itu juga, ia berhasil memecahkan rekor setelah selama tiga tahun tidak ada pengiriman taruna dari Polres Cilacap.
“Masuk Akpol 2016, sendirian dari Polres Cilacap. Lulus tahun kemarin dan mendapatkan penempatan tugas pertama di Polda Maluku Utara. Cukup jauh dari kampung halaman memang, tapi ini yang saya cita-citakan sejak kecil. Sehingga tidak ada alasan untuk tidak mengabdi dengan sepenuh hati,” ujarnya.
Hanya saja, kata dia, bertugas di tempat yang jauh dari kampung halaman dan memiliki karakteristik masyarakat yang berbeda, menjadi tantangan tersendiri. Sehingga kemampuan beradaptasi dan membaur dengan masyarakat benar-benar diuji. Apalagi ia juga memiliki tanggung jawab memelihara keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut.
Bahkan, Kota Sanan juga memiliki pelabuhan besar sebagai pusat perdagang dan transportasi. Lagi-lagi, kemampuannya dalam mengelola keamanan dan ketertiban diuji disini. Termasuk bersikap kepada para bawahan yang usianya jauh di atasnya, atau bahkan tidak sedikit pula yang usianya sepantaran dengan orangtuannya.











