Hadirnya kesadaran para kaum terpelajar yang dipelopori KH Ahmad Dahlan, KH Hasyim Asy’ari, Dr Soetomo, Ki Hajar Dewantoro, Moh Yamin, Kasman Singodimedjo, Soekarno dan lain lain adalah bentuk kesadaran menyelamatkan Indonesia dari cengkraman penjajahan yang sekarang menjelma menjadi oligarki.
Sehingga saatnya di tengah upaya kita mengenang kemerdekaan RI yang ke 78, di saat tanah pertiwi diperkosa oleh para oligarki dan pejabat culas dan korupsi, maka pilihan perubahan dan perlawanan adalah kunci.
Berikut adalah beberapa cara untuk melawan oligarki:
Meningkatkan kesadaran rakyat tentang bahaya oligarki.
Mengaktifkan masyarakat sipil untuk berpartisipasi dalam politik.
Membentuk gerakan rakyat untuk melawan oligarki.
Menuntut reformasi politik dan ekonomi yang lebih adil.
Dengan melawan oligarki, rakyat Indonesia dapat membangun Indonesia yang lebih merdeka, adil, dan makmur. Kini pilihannya tinggal hidup atau mati, terjajah oleh oligarkhi atau merdeka dan berdaulat ditanah sendiri.
Perubahan adalah keniscayaan, hanya para perampok dan antek oligarkhi yang menikmati situasi ini, situasi dimana rakyat tertindas di negeri sendiri, yang menolak dan melawan perubahan.
Dan kini ibu pertiwi memanggil kita untuk hadirkan kembali proklamasi, memerdekakan kembali Indonesia dari penjajahan oligarkhi.











